Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Ledakan yang Terjadi di Smelter PT ITSS, Morowali, Sulawesi Tengah

Avatar photo

Minggu, 31 Desember 2023 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo. (Facbook.com/@Presiden Joko Widodo )

Presiden Joko Widodo. (Facbook.com/@Presiden Joko Widodo )

EKBISINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal ledakan yang terjadi di smelter PT ITSS, Morowali, Sulawesi Tengah.

Dia meminta kepada para perusahaan yang mengoperasikan smelter agar memperketat pengawasan.

“Urusan yang di tempat ada pemanasannya itu, ada peleburannya”.

“Itu yang menurut saya paling rawan,” ujar Jokowi kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 30 Desember 2023

“Paling rawan di situ, jadi harus auditnya, checking-nya harus didobelin, kalau perlu di-triple-in”.

Baca artikel lainnya di sini : 99,7 Persen Polis Jiwasraya Beralih ke IFG Life, Erick Thohir: Penyelamatan Pemegang Polis Jadi Prioritas

“Biar kejadian yang sudah sekali-dua kali tidak terjadi lagi,” sambungnya.

Menurut Jokowi, pengolahan tambang di smelter memang banyak resiko.

Dia mengaku pernah melihat langsung prosesnya dan menekankan keselamatan harus diutamakan.

Lihat juga konten video, di sini: Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Ledakan yang Terjadi di Smelter PT ITSS, Morowali, Sulawesi Tengah

“Smelter memang pekerjaan yang sangat sulit, tabungnya juga tabung yang sangat besar, pemanasan, pemanasan dengan sangat tinggi,” tuturnya.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

“Saya melihat smelter tidak sekali-dua kali, sehingga yang namanya dalam pembangunan dalam pembuatannya memang unsur keselamatan betul-betul harus dinomorsatukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho mengungkapkan, kecelakaan kerja PT ITSS terjadi pukul 05.30 WITA pagi, tepatnya di gedung lantai 2 dan lantai 3.

Ia menyebut peristiwa terjadi bermula ketika tim teknis dari PT ITSS akan melakukan perbaikan terhadap salah satu tungku feronito yang ada di lantai 2.

“Namun, pada saat tim teknis melakukan pembongkaran terhadap tungku yang di maksud, terjadi ledakan”.

“Disertai dengan semburan api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran gedung PT ITSS,” ujarnya.

Akibat kecelakaan itu, kata Agus, sebanyak 59 karyawan PT ITSS menjadi korban.

Yakni 13 korban meninggal dunia terdiri dari empat korban dari Tenaga Kerja Asing (TKA) dan sembilan korban dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Sebanyak 29 korban mengalami luka berat, 12 korban mengalami luka sedang, serta lima korban mengalami luka ringan.

Agus menyampaikan untuk korban yang meninggal dunia, saat ini masih berada di klinik kawasan PT IMIP.

Sedangkan untuk 29 korban luka berat telah dirujuk dan ditangani oleh RSUD Morowali.

Sementara itu, 12 korban luka sedang masih dalam tahap observasi di klinik kawasan PT IMIP dan lima korban luka ringan telah dipulangkan.***

Berita Terkait

Penjelasan Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Soal Buronan Harun Masiku Segera Tertangkap
Prabowo Dìharapkan ke Tiongkok Usai Dilantik Jadi Pesiden, Luhut: Ada Beberapa Agenda yang Mereka Usulkan
Negara-negara Afrika Lihat Indonesia sebagai Contoh Keberhasilan, Begini Penjelasan Prabowo
Kepentingan Nasional adalah Prioritas dalam Kemitraan Ekonomi dengan Negara Lain, Kata Prabowo
Tingkatkan Bantuan untuk Gaza, Prabowo Subianto dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi Usai KTT
Ketersediaan dan Harga Pangan Pokok Strategis Dipastikan Aman dan Stabil, Jelang Jelang Hari Raya Iduladha 2024
Hari Ini Berstatus Bebas Murni, Masa Bebas Bersyarat Habib Rizieq Shihab Berakhir Senin, 10 Juni 2024
Pihak Istana Tanggapi Soal Permintaan Syahrul Yasin Limpo untuk Presiden Jokowi Jadi Saksi Korupsi
Berita ini 64 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:13 WIB

Penjelasan Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Soal Buronan Harun Masiku Segera Tertangkap

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:53 WIB

Negara-negara Afrika Lihat Indonesia sebagai Contoh Keberhasilan, Begini Penjelasan Prabowo

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:47 WIB

Kepentingan Nasional adalah Prioritas dalam Kemitraan Ekonomi dengan Negara Lain, Kata Prabowo

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:09 WIB

Tingkatkan Bantuan untuk Gaza, Prabowo Subianto dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi Usai KTT

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:17 WIB

Ketersediaan dan Harga Pangan Pokok Strategis Dipastikan Aman dan Stabil, Jelang Jelang Hari Raya Iduladha 2024

Senin, 10 Juni 2024 - 09:45 WIB

Hari Ini Berstatus Bebas Murni, Masa Bebas Bersyarat Habib Rizieq Shihab Berakhir Senin, 10 Juni 2024

Senin, 10 Juni 2024 - 07:34 WIB

Pihak Istana Tanggapi Soal Permintaan Syahrul Yasin Limpo untuk Presiden Jokowi Jadi Saksi Korupsi

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:34 WIB

Operasikan RS di Gaza, Presiden Jokowi Instruksikan Prabowo Subianto Kerja Sama dengan UEA

Berita Terbaru